ARTIKEL

Insting Bertahan Hidup dan Asimetri Penegakan Hukum

Dalam banyak situasi hidup, manusia bertindak bukan karena kalkulasi rasional yang panjang, melainkan karena refleks. Ketika kita tersandung di trotoar, tangan akan spontan terjulur untuk melindungi wajah. Tidak ada waktu berpikir. Tubuh bergerak lebih cepat daripada pikiran. Refleks semacam ini

Selanjutnya >

Mengapa Kita Masih Perlu Membaca Max Havelaar?

Hantu Lebak dan Metamorfosis Korupsi Di minggu pagi yang tenang dan sejuk paska hujan, saat aroma kopi  mulai memenuhi ruangan dan susunan rapi buku di rak perpustakaan rumah tampak seperti menara-menara kecil yang menanti untuk dipanjat, pagi ini  saya justru

Selanjutnya >

Mitos Efisiensi Pilkada

Bayangkan Anda adalah pemilik sah sebuah rumah besar, namun ketika tiba saatnya memilih siapa yang akan menjaga pintu depan, Anda justru diminta keluar dan hanya boleh mengintip dari balik jendela. Inilah perasaan “menjadi penonton di negeri sendiri” yang kini menghantui

Selanjutnya >

Rambo dan Paradoks Kemanusiaan Amerika

Ada satu adegan dalam First Blood (1982) yang selalu menempel di ingatan: John Rambo, veteran perang Vietnam yang baru pulang ke negaranya, berjalan ke sebuah kota kecil di Oregon. Ia hanya ingin makan dan mencari teman lamanya sesama veteran, tetapi

Selanjutnya >

Blood Diamond dan Bencana Kita

Ada film yang membuat kita menahan napas. Ada pula film yang membuat kita berpikir lama setelah kredit penutupnya usai. Blood Diamond (2006) berada tepat di titik perpotongan itu—menawarkan ketegangan, tetapi juga banyak pertanyaan yang pelan-pelan mengganggu ketenangan kita. Pertanyaan yang

Selanjutnya >

Tambang Ormas dan Kekeliruan Negara

Ada satu adegan dalam Blood Diamond (2006) yang selalu kembali dalam ingatan saya setiap kali membaca polemik pemberian konsesi tambang kepada organisasi keagamaan. Solomon Vandy, seorang nelayan yang dipaksa menjadi penambang di tengah perang saudara Sierra Leone, menemukan berlian merah

Selanjutnya >

KUHAP Baru dan Senjakala Partisipasi Bermakna

Beberapa hari setelah RUU KUHAP disahkan, yang tersisa bukan perasaan lega bahwa negara akhirnya memperbarui hukum acara pidananya, tetapi kegelisahan. Publik justru mendengar kritik keras dari organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga komunitas bantuan hukum. Bukan semata karena pasal-pasal yang dinilai

Selanjutnya >

Fragile: Saat Rock Menemukan Bahasa Barunya

Saya mengenal progressive rock justru bukan dari lagu-lagu rumit yang sering disebut “nggak semua orang bisa nikmatin”, tapi dari satu komposisi Yes yang agak nge-pop: Owner of the Lonely Heart. Dari situ, rasa penasaran membawa saya ke masa-masa awal band

Selanjutnya >