Tambang Ormas dan Kekeliruan Negara

Ada satu adegan dalam Blood Diamond (2006) yang selalu kembali dalam ingatan saya setiap kali membaca polemik pemberian konsesi tambang kepada organisasi keagamaan. Solomon Vandy, seorang nelayan yang dipaksa menjadi penambang di tengah perang saudara Sierra Leone, menemukan berlian merah muda yang nilainya tak terbayangkan. Tetapi batu kecil itu pula yang memicu kekerasan, pengkhianatan, dan […]

KUHAP Baru dan Senjakala Partisipasi Bermakna

Beberapa hari setelah RUU KUHAP disahkan, yang tersisa bukan perasaan lega bahwa negara akhirnya memperbarui hukum acara pidananya, tetapi kegelisahan. Publik justru mendengar kritik keras dari organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga komunitas bantuan hukum. Bukan semata karena pasal-pasal yang dinilai terlalu melebar, tetapi karena proses pembahasan yang berlangsung cepat—terlalu cepat untuk ukuran sebuah regulasi yang […]

MEMBELA PESANTREN DARI MEDIA NIR-ADAB

Republik ini berdiri di atas nilai, bukan semata di atas kertas perjanjian politik belaka. Di antara nilai-nilai itu, pesantren menempati tempat istimewa: lembaga yang melahirkan manusia beriman, berilmu, dan berakhlak. Negara telah mengakui peran itu secara resmi melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dalam Pasal 1 ayat (1), pesantren disebut sebagai lembaga berbasis […]

The Year of Living Dangerously: Saat Film Hollywood Membaca Ulang Tragedi 1965

“Selalu ada hati nurani yang menuntut kita melihat manusia di balik berita besar.” Kalimat itu terasa sederhana, namun menjadi inti mengapa The Year of Living Dangerously (1982) karya Peter Weir masih pantas dibicarakan hari ini. Film ini sering dianggap sebagai tontonan Barat yang sekadar “mencuri” tragedi Indonesia untuk dikemas sebagai hiburan internasional. Tetapi bila kita […]

Paradoks Politik Generasi Z

Generasi Z sedang berada di pusat pusaran politik Indonesia. Survei Indikator Politik Indonesia pada Januari 2025 mencatat, 81,7 persen Gen Z puas terhadap kinerja 100 hari pertama Presiden Prabowo Subianto—lebih tinggi dibanding milenial (80,7 persen), Gen X (78,8 persen), maupun baby boomers (73,4 persen). Mereka adalah basis elektoral yang mengantarkan kemenangan di Pemilu 2024. Namun, […]

Kuota Haji, Diskresi, dan Ujian Akuntabilitas Republik

Beberapa waktu terakhir, praktik diskresi pejabat publik kembali ramai dibicarakan, terutama terkait urusan kuota haji. Sederhana di permukaan, tetapi menyimpan persoalan mendasar: bagaimana memahami diskresi sebagai instrumen negara yang sah, sekaligus potensi celah penyalahgunaan kekuasaan. Kasus kuota haji hanyalah pintu masuk; yang lebih penting adalah mengupas diskresi dari sudut filsafat politik, kebijakan, dan hukum. Diskresi, […]

60 Hari Yang Menentukan Pati 

Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Kabupaten Pati hingga 250% lewat Peraturan Bupati baru-baru ini menimbulkan gejolak. Memicu aksi massa puluhan ribu orang dengan sasaran kantor Bupati Pati pada tanggal 13 Agustus 2025, beberapa hari sebelum perayaan HUT Kemerdekaan. Warga, terutama petani dan pemilik tanah kecil, merasakan beban yang terasa […]

Menyigi Narasi Ekonomi Kapitalis dalam Kasus Tom Lembong

Kasus Tom Lembong, mantan Menteri Perdagangan yang divonis 4,5 tahun penjara atas dugaan korupsi terkait impor gula, menyimpan kontroversi yang jauh melampaui aspek hukum semata. Dalam putusan, hakim menyebut bahwa salah satu hal yang memberatkan adalah kecenderungan terdakwa mengedepankan sistem ekonomi kapitalis, yang dianggap bertentangan dengan sistem ekonomi Pancasila atau demokrasi ekonomi yang menonjolkan kesejahteraan […]

Parlemen Dalam Bayang‑Bayang Judicial Supremacy

Di konser demokrasi, partai politik mestinya duduk di podium sebagai konduktor. Tetapi di Indonesia, baton itu kini berpindah ke tangan Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan 135/PUU-XXII/2024—yang memisahkan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah—menghapus simfoni “lima kotak” dan memaksa seluruh orkestrasi elektoral ditulis ulang. Ada yang bersorak karena partitur lama memang bikin pemain kelelahan; ada pula yang gusar, […]

Oslo dan Gelombang Baru Diplomasi Akar Rumput

Film Oslo (2021) merayakan diplomasi yang luput dicatat protokol. Bukan Washington atau New York, melainkan sepasang akademisi Norwegia—Mona Juul dan Terje Rød‑Larsen—yang menaruh Israel dan PLO di satu meja makan terpencil. Utusan Israel berbisik gugup, “I’ve never met a Palestinian before.” Pengakuan polos itu menohok: bagaimana berdamai jika lawan pun belum pernah diakui sebagai manusia? Ketegangan mencair lewat […]