Mendesak Regulasi Gig Economy

Demo serempak pengemudi ojek online (ojol) pada 20 Mei lalu adalah suara nyaring dari kelompok yang selama ini nyaris tak terdengar dalam wacana kebijakan: pekerja digital tanpa perlindungan. Di berbagai kota, mereka turun ke jalan untuk menuntut kejelasan status, upah yang manusiawi, dan jaminan sosial yang selama ini absen. Tuntutan mereka sederhana namun fundamental: diakui […]
Mendisiplinkan Anak Tanpa Barak Militer

“Punishment without education is revenge.”— Paulo Freire Publik dibuat terperangah oleh kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang menjadikan barak militer sebagai tempat rehabilitasi bagi anak-anak pelaku kekerasan jalanan. Retorika yang dipakai terdengar familiar: membentuk kedisiplinan, menyelamatkan generasi muda, mengembalikan fungsi pendidikan. Tapi di balik itu semua, terselip pertanyaan mendasar: apakah negara benar-benar memahami siapa anak […]
Demokrasi Tercekik Di Barito Utara

Barito Utara, sebuah kabupaten di pedalaman Kalimantan Tengah, mungkin jarang masuk dalam radar perbincangan politik nasional. Namun pada pertengahan 2025, nama daerah ini mendadak menjadi episentrum diskursus konstitusional dan etika demokrasi. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 313/PHPU.BUP-XXIII/2025 secara tegas mendiskualifikasi dua pasangan calon kepala daerah sekaligus. Keduanya—Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo dan Akhmad Gunadi Nadalsyah-Sastra Jaya—terbukti […]
Koperasi Merah Putih dan Ilusi Kemandirian Desa

Ketika negara meluncurkan inisiatif “Koperasi Desa Merah Putih” secara massif di berbagai wilayah, tampak sekilas bahwa negara tengah serius memberdayakan ekonomi rakyat. Namun di balik jargon gotong royong, digitalisasi, dan ekonomi kerakyatan, tersimpan persoalan mendasar yang patut dikritisi: apakah ini benar bentuk pemberdayaan desa, atau justru kelanjutan dari pola lama pembangunanisme yang mengamputasi kedaulatan desa? […]
Like, Share, dan Kekuasaan

Beberapa waktu lalu, media sosial diramaikan oleh peristiwa seorang remaja bernama Aura Cinta yang mengkritik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung di platform digital. Momen ini bukan memantik diskusi substantif, melainkan dijadikan konten yang diframing untuk konsumsi publik. Kritik yang seharusnya memicu dialog politik justru dipersempit menjadi bahan tontonan yang dipotong dan diproses ulang. Fenomena […]
Jurnalisme dalam Bayang Bayang Kekerasan dan Algoritma

Pada 1 Mei 2025 kemarin, massa yang menggelar aksi damai dipukul dan ditangkap saat memperingati Hari Buruh di Semarang, bahkan beberapa jurnalis turut mengalami kekerasan dan penangkapan saat meliputnya. Kejadian serupa juga terjadi di Jakarta. Ironi ini menandai bagaimana demokrasi di Indonesia semakin kehilangan tiangnya yang paling kokoh: pers yang bebas dan independen. Hari Kebebasan […]
Buruh Tanpa Serikat, Hak Tanpa Jaminan: May Day di Era Gig Economy

Beberapa tahun terakhir, setiap tanggal 1 Mei saya hanya memantau berita. Tak lagi ikut turun ke jalan. Tapi bukan karena saya lupa sejarah Hari Buruh. Justru karena hari-hari inilah saya banyak merenung: apakah makna May Day masih bertahan di tengah dunia kerja yang berubah cepat dan diam-diam? Dulu, tuntutan buruh jelas: delapan jam kerja, upah […]
Earth Day, Perlawanan Ekologis, dan Solidaritas Global

Setiap 22 April, Earth Day diperingati di lebih dari 190 negara. Dari penanaman pohon, bersih-bersih sungai, hingga kampanye digital, hari ini menjadi ajang kepedulian terhadap planet yang kita huni bersama. Namun, di balik semangat itu, kita juga perlu bertanya: mengapa bumi masih rusak parah meski kita memperingatinya setiap tahun? Untuk menjawabnya, saya mengajak Anda menonton […]
Kartini Bukan Ikon Girlboss

Setiap kali 21 April tiba, narasi emansipasi perempuan kembali menggema. Sosok Kartini hadir dalam slogan, seminar daring, hingga promosi diskon produk kecantikan. Namun, di balik perayaan yang semarak itu, makna emansipasi yang sejatinya diperjuangkan Kartini justru semakin kabur. Ia tak lagi dikenang sebagai pemikir kritis yang menggugat struktur sosial patriarkal dan kolonial, tetapi dijadikan simbol […]
Aktivisme dan Negara: Kisah Luka dari Company You Keep

Ada yang ganjil namun terasa familiar saat menyaksikan film The Company You Keep (2012), besutan Robert Redford. Bukan sekadar thriller politik biasa, film ini membuka kembali lembaran luka sejarah aktivisme radikal di Amerika Serikat, namun dengan lensa yang manusiawi: apa yang terjadi pada para pemberontak ketika idealisme mereka terbang bersama debu-debu revolusi yang gagal? Robert […]