Empat Hadiah Mahkamah Konstitusi bagi Kebebasan Pers

Hukum, dalam titik paling idealnya, seharusnya bekerja layaknya oksigen—tidak terlihat namun vital bagi napas kehidupan bersama. Namun, belakangan ini, ruang publik kita justru terasa sesak. Kita hidup dalam sebuah paradoks digital yang ganjil: di satu sisi, teknologi memberikan panggung seluas dunia bagi setiap suara, namun di sisi lain, ada kabut ketakutan yang kian menebal. Setiap […]

Rambo dan Paradoks Kemanusiaan Amerika

Ada satu adegan dalam First Blood (1982) yang selalu menempel di ingatan: John Rambo, veteran perang Vietnam yang baru pulang ke negaranya, berjalan ke sebuah kota kecil di Oregon. Ia hanya ingin makan dan mencari teman lamanya sesama veteran, tetapi ditolak oleh polisi yang menganggapnya pengganggu. Rambo diseret, dihina, dipukul, hingga akhirnya meledak—bukan karena dendam, […]

Membaca Pesantren di Bawah Bayang Orientalisme 2.0

Beberapa waktu terakhir, linimasa media sosial penuh dengan gelombang kritik -bahkan penghinaan- terhadap dunia pesantren. Sebagian netizen SJW -yang tampil seolah progresif- menuding tradisi pesantren sebagai praktik feodalisme yang menindas. Ro’an disebut perbudakan, ta’dhim dianggap bentuk kepatuhan buta, ta’zir dianggap melanggar HAM, bahkan penghormatan terhadap kiai disamakan dengan relasi tuan dan hamba. Kritik ini diamplifikasi […]

MEMBELA PESANTREN DARI MEDIA NIR-ADAB

Republik ini berdiri di atas nilai, bukan semata di atas kertas perjanjian politik belaka. Di antara nilai-nilai itu, pesantren menempati tempat istimewa: lembaga yang melahirkan manusia beriman, berilmu, dan berakhlak. Negara telah mengakui peran itu secara resmi melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dalam Pasal 1 ayat (1), pesantren disebut sebagai lembaga berbasis […]

Jurnalisme dalam Bayang Bayang Kekerasan dan Algoritma

Pada 1 Mei 2025 kemarin, massa yang menggelar aksi damai dipukul dan ditangkap saat memperingati Hari Buruh di Semarang, bahkan beberapa jurnalis turut mengalami kekerasan dan penangkapan saat meliputnya. Kejadian serupa juga terjadi di Jakarta. Ironi ini menandai bagaimana demokrasi di Indonesia semakin kehilangan tiangnya yang paling kokoh: pers yang bebas dan independen. Hari Kebebasan […]

Menulis untuk Bertahan: Dari Henry Nxumalo ke Jurnalis Indonesia di Era Buzzer

“They fear your words more than they fear our guns.” — Henry Nxumalo, jurnalis kulit hitam Afrika Selatan Film DRUM (2004), garapan sutradara Zola Maseko, membuka ruang kontemplasi yang langka tentang peran jurnalisme sebagai tindakan politik dalam rezim otoriter. Berlatar Johannesburg pada 1950-an, film ini mengangkat sosok Henry Nxumalo, jurnalis kulit hitam yang bekerja di […]