Dari “Rule of Law” ke “Rule by Autocracy”

–RESENSI BUKU– Gramedia Jalma Semarang masih berbau baru. Toko buku yang dulu dikenal sebagai Gramedia Pandanaran kini lebih terang dan lapang; di sudutnya, mesin espresso menguarkan aroma kopi pada sore itu. Saya duduk di bangku baca, membuka halaman pertama Autocracy, Inc. karya Anne Applebaum. Di sekeliling saya, beberapa pengunjung asyik dengan ponsel—sunyi di luar, riuh […]

Menjemput Fajar Dialog: Mengenang Jürgen Habermas dalam Labirin Hukum Kita

Kabar berpulangnya Jürgen Habermas beberapa waktu lalu terasa seperti sebuah jeda yang sunyi di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian bising oleh polusi informasi. Jika kita mengibaratkan pemikiran filsafat yang berat sebagai secangkir kopi di pagi hari, maka warisan Habermas adalah segelas espresso yang sangat pekat. Pada sesapan pertama, ia mungkin terasa pahit dan menghentak bagi […]

Tamparan Untuk Republik Dari Ngada

Di atas selembar kertas yang telah menguning—sebuah medium metafora bagi usangnya kontrak sosial kita di pelosok—sebuah pesan terakhir digoreskan dengan tangan mungil yang bergetar. “Kertas Tii Mama Reti,” demikian judul surat itu. YBS, seorang bocah kelas IV Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menuliskan kata-kata pamit yang melankolis dalam bahasa Ngada. Yang lebih […]

Membaca Pesantren di Bawah Bayang Orientalisme 2.0

Beberapa waktu terakhir, linimasa media sosial penuh dengan gelombang kritik -bahkan penghinaan- terhadap dunia pesantren. Sebagian netizen SJW -yang tampil seolah progresif- menuding tradisi pesantren sebagai praktik feodalisme yang menindas. Ro’an disebut perbudakan, ta’dhim dianggap bentuk kepatuhan buta, ta’zir dianggap melanggar HAM, bahkan penghormatan terhadap kiai disamakan dengan relasi tuan dan hamba. Kritik ini diamplifikasi […]

MEMBELA PESANTREN DARI MEDIA NIR-ADAB

Republik ini berdiri di atas nilai, bukan semata di atas kertas perjanjian politik belaka. Di antara nilai-nilai itu, pesantren menempati tempat istimewa: lembaga yang melahirkan manusia beriman, berilmu, dan berakhlak. Negara telah mengakui peran itu secara resmi melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dalam Pasal 1 ayat (1), pesantren disebut sebagai lembaga berbasis […]

Kuota Haji, Diskresi, dan Ujian Akuntabilitas Republik

Beberapa waktu terakhir, praktik diskresi pejabat publik kembali ramai dibicarakan, terutama terkait urusan kuota haji. Sederhana di permukaan, tetapi menyimpan persoalan mendasar: bagaimana memahami diskresi sebagai instrumen negara yang sah, sekaligus potensi celah penyalahgunaan kekuasaan. Kasus kuota haji hanyalah pintu masuk; yang lebih penting adalah mengupas diskresi dari sudut filsafat politik, kebijakan, dan hukum. Diskresi, […]

Sound Horeg, Fatwa, dan Hilangnya Rasa Hormat pada Kepakaran Ulama

Belakangan ini, masyarakat Jawa Timur digegerkan oleh perdebatan sengit soal fatwa haram terhadap sound horeg yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Sound horeg, sebuah sistem suara super keras yang populer di karnaval dan pesta rakyat  di beberapa daerah, dipandang ulama sebagai sumber kemungkaran karena volume yang mengganggu, dampak kesehatan, dan perilaku negatif yang […]

Buruh Tanpa Serikat, Hak Tanpa Jaminan: May Day di Era Gig Economy

Beberapa tahun terakhir, setiap tanggal 1 Mei saya hanya memantau berita. Tak lagi ikut turun ke jalan. Tapi bukan karena saya lupa sejarah Hari Buruh. Justru karena hari-hari inilah saya banyak merenung: apakah makna May Day masih bertahan di tengah dunia kerja yang berubah cepat dan diam-diam? Dulu, tuntutan buruh jelas: delapan jam kerja, upah […]

Kartini Bukan Ikon Girlboss

Setiap kali 21 April tiba, narasi emansipasi perempuan kembali menggema. Sosok Kartini hadir dalam slogan, seminar daring, hingga promosi diskon produk kecantikan. Namun, di balik perayaan yang semarak itu, makna emansipasi yang sejatinya diperjuangkan Kartini justru semakin kabur. Ia tak lagi dikenang sebagai pemikir kritis yang menggugat struktur sosial patriarkal dan kolonial, tetapi dijadikan simbol […]

Melacak Diskriminasi Hukum dalam Bumi Manusia

Seabad Pram, Seabad Perlawanan Blora, tanah kelahiran Pramoedya Ananta Toer, tetap menjadi situs ingatan kolektif tentang sejarah kolonialisme dan dampaknya yang berkelindan dengan hukum. Dalam peringatan seabad Pram, saya hadir di sebuah pertunjukan monolog Nyai Ontosoroh, yang memperlihatkan bagaimana hukum kolonial tidak sekadar menciptakan ketimpangan yuridis, tetapi juga membentuk narasi hegemonik yang menyingkirkan subjek-subjek terjajah […]