Menulis untuk Bertahan: Dari Henry Nxumalo ke Jurnalis Indonesia di Era Buzzer

“They fear your words more than they fear our guns.” — Henry Nxumalo, jurnalis kulit hitam Afrika Selatan Film DRUM (2004), garapan sutradara Zola Maseko, membuka ruang kontemplasi yang langka tentang peran jurnalisme sebagai tindakan politik dalam rezim otoriter. Berlatar Johannesburg pada 1950-an, film ini mengangkat sosok Henry Nxumalo, jurnalis kulit hitam yang bekerja di […]

The Man Who Sold Himself: Kurt Cobain, Grunge, dan Perlawanan terhadap Kapitalisme Budaya

“Popular music is one of the few spaces where the working class has historically voiced its resistance.” (George Lipsitz) Tiga dekade setelah kepergiannya, Kurt Cobain tetap menjadi ikon luka kolektif generasi yang merasa asing di rumahnya sendiri. Saya masih ingat betul: kelas 3 SMA, dan tangan saya memegang kaset Nevermind rilisan lokal—kalau tak salah, distribusi […]

Aktivisme dan Negara: Kisah Luka dari Company You Keep

Ada yang ganjil namun terasa familiar saat menyaksikan film The Company You Keep (2012), besutan Robert Redford. Bukan sekadar thriller politik biasa, film ini membuka kembali lembaran luka sejarah aktivisme radikal di Amerika Serikat, namun dengan lensa yang manusiawi: apa yang terjadi pada para pemberontak ketika idealisme mereka terbang bersama debu-debu revolusi yang gagal? Robert […]

Ali vs Amerika: Dari Ring Tinju ke Pengadilan, Pertarungan Sejati Sang Legenda

Dalam lanskap sinema modern, Ali (2001) hadir sebagai lebih dari sekadar film biografi olahraga. Disutradarai oleh Michael Mann, sineas yang dikenal dengan gaya visual yang detail dan pendekatan mendalam terhadap karakter, film ini merekam dekade paling bergejolak dalam kehidupan Muhammad Ali. Dari kemenangan monumental atas Sonny Liston pada 1964 hingga pertarungan epiknya melawan George Foreman […]

80 Tahun Eric ‘Slowhand’ Clapton dan Perjalanan Bluesnya

Jimi Hendrix pernah mengatakan, “Blues is easy to play, but hard to feel.” Jika ada musisi yang tidak sekadar memainkan tetapi menginternalisasi esensi blues dengan kedalaman emosional yang otentik, maka Eric Clapton adalah figur utama dalam diskursus ini. Menapaki usia 80 tahun, Slowhand -julukan si Eric Clapton- terus menelusuri jejak panjang tradisi musik yang telah […]

Kasus Sukatani dan Reproduksi Kuasa

Dari Purbalingga, sebuah kota kecil di Jawa Tengah, band punk lokal Sukatani mendadak menjadi perbincangan karena lagu mereka “Bayar, Bayar, Bayar” dipaksa takedown di seluruh platform social media dan mereka diminta meminta maaf secara terbuka kepada institusi Kepolisian. Genre musiknya memang tidak populer, post-punk dengan sentuhan new-wave, sebelum jadi viral saya tidak pernah mengenalnya. Karena […]

Linkin Park di Jakarta: Nu-Metal yang Berusaha Bertahan di Era yang Berbeda

Dua puluh empat tahun setelah debutnya, Linkin Park kembali menginjakkan kaki di Jakarta dalam gelombang nostalgia yang dibalut energi modern. Stadion Madya Gelora Bung Karno, Minggu malam (16/2/2025), menjadi saksi dari upaya band ini mempertahankan relevansinya dalam skena musik rock dan metal, kali ini dengan wajah baru. Konser ini bukan hanya menjadi perayaan bagi para […]

Dari American Idiot ke #IndonesiaGelap: Green Day dan Perlawanan terhadap Oligarki

From Greenday IG account

Konser Green Day di Ancol akhir minggu lalu (15/2) bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan sebuah fenomena budaya yang mencerminkan dinamika politik kontemporer. Sebagai band punk rock dengan riwayat panjang lirik bernada kritik sosial, Green Day tetap relevan dalam konteks politik Indonesia saat ini. Saat Basket Case menggema, saya merenungkan bagaimana punk telah menjadi kanal ekspresi […]

Melacak Diskriminasi Hukum dalam Bumi Manusia

Seabad Pram, Seabad Perlawanan Blora, tanah kelahiran Pramoedya Ananta Toer, tetap menjadi situs ingatan kolektif tentang sejarah kolonialisme dan dampaknya yang berkelindan dengan hukum. Dalam peringatan seabad Pram, saya hadir di sebuah pertunjukan monolog Nyai Ontosoroh, yang memperlihatkan bagaimana hukum kolonial tidak sekadar menciptakan ketimpangan yuridis, tetapi juga membentuk narasi hegemonik yang menyingkirkan subjek-subjek terjajah […]

“Here I Go Again”: Sebuah Dedikasi untuk John Sykes

“Here I Go Again on my own, going down the only road I’ve ever known.” Kalimat itu menyelinap, seperti langkah kecil di jalan panjang yang sunyi. Whitesnake (1987) mungkin telah membekaskan lirik itu pada benak banyak penggemar rock, tetapi bagi saya, ada sesuatu yang lebih mendalam: suara gitar yang mengiris hati di bawah lirik itu, […]