GROBOGAN, suaramerdeka.com – Kesenjangan terhadap perempuan di Indonesia masih dirasakan di berbagai sektor termasuk dalam sektor pertanian.
Para petani perempuan masih mengalami tantangan seperti pengakuan identitas sebagai petani perempuan.
Kemudian, kurangnya representasi suara petani perempuan melalui kelompok tani, kesenjangan sistem upah bagi petani perempuan, teknologi pertanian yang tidak ramah perempuan, minimnya akses perempuan pada sumberdaya pertanian, dan sebagainya.
Melihat hal tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan berbagai upaya pemberdayaan bagi para petani khususnya perempuan melalui pemberdayaan kelompok tani, advokasi kebijakan, dan bantuan alat-alat pertanian.
Demikian disampaikan oleh Denny Septiviant, anggota FPKB DPRD Jawa Tengah, Daerah Pemilihan Grobogan Blora, dalam acara diskusi dan nonton bareng film Jalan Kebangkitan di sekretariat Kelompok Tani Lohjinawi 1 Desa Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan, Senin 28 November 2022.
Di sela-sela kegiatan tersebut diserahkan juga bantuan Alsintan kepada kelompok tani perempuan Lohjinawi 1.
Denny menyatakan, bantuan Alsintan ini merupakan upaya nyata PKB untuk membangkitkan kembali ghiroh petani menjaga kedaulatan pangan.
“Karena memang walaupun kita mendapat julukan sebagai negara agraris, saat ini bidang pertanian kurang diminati oleh masyarakat oleh karena itu perlu dukungan berbagai pihak untuk memperkuat pertanian Indonesia,” kata dia.
Padahal petani memiliki tempat tersendiri di hati pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari bahkan pernah mengingatkan kita semua tentang pentingnya kedudukan petani di negeri ini.
Dikatakan, pertanian tidaklah berdiri sendiri tetapi bagian dari kemajuan dan tatanan sebuah bangsa.
“Oleh karena itu PKB bekerja sama dengan Muslimat dan Fatayat yang mempunyai jaringan sampai tingkat ranting di desa-desa, memiliki kekuatan untuk dapat memberikan pendampingan kepada petani perempuan dan pendampingan ini dapat berkelanjutan jika ada tokoh lokal,” ujar Denny.