Empat Dekade The Joshua Tree

Pada 9 Maret 1987, dunia musik menerima sebuah album yang tidak saja sukses secara komersial, namun juga membentuk cara baru melihat hubungan antara musik populer, spiritualitas, dan kritik sosial. Album itu adalah ”The Joshua Tree” karya U2. Tiga puluh sembilan tahun kemudian, karya artefak rock klasik ini masih terdengar relevan sebagai refleksi tentang dunia yang […]

Master of Puppets: Empat Dekade yang Menggeser Peta Metal

Pada 3 Maret 1986, empat anak muda -James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammett, dan Cliff Burton- merilis album ketiga mereka lewat Elektra Records. Nama bandnya Metallica. Judul albumnya Master of Puppets. Empat puluh tahun berlalu, dan kini kita bisa melihatnya dengan jernih: di situlah arah thrash metal berubah. Bagi saya, album ini bukan sekadar rilisan […]

Lahirnya Heavy Metal dalam Album Black Sabbath

Tanggal 13 Februari 1970 jatuh pada hari Jumat. Dalam banyak kebudayaan, kombinasi itu dianggap pertanda sial. Namun dalam sejarah musik modern, justru di sanalah lahir sebuah tonggak penting: album debut Black Sabbath dari Black Sabbath—sebuah karya yang mengubah lanskap musik secara permanen. Birmingham pada akhir 1960-an bukanlah lanskap romantik ala gerakan hippie. Ia adalah kota […]

34 Tahun Achtung Baby: Blueprint Bertahan di Era Disrupsi

34 tahun bukan hanya angka di kalender—ia seperti cermin yang memaksa kita menatap ulang siapa diri kita. Minggu lalu, tepatnya 18 November 2025- Achtung Baby memasuki usia itu. Terlambat merayakan? Tidak apa. Beberapa karya justru lebih nikmat ketika dibaca sambil menyeruput teh oplos Blontea yang mulai dingin. Dan U2, dalam album 1991 ini, mengajarkan satu […]

Fragile: Saat Rock Menemukan Bahasa Barunya

Saya mengenal progressive rock justru bukan dari lagu-lagu rumit yang sering disebut “nggak semua orang bisa nikmatin”, tapi dari satu komposisi Yes yang agak nge-pop: Owner of the Lonely Heart. Dari situ, rasa penasaran membawa saya ke masa-masa awal band ini—ke album Fragile (1971)—dan semuanya berubah. Di titik itu saya sadar, rock bisa lebih dari […]

Festival Jazz Tak Lagi Murni – Dan Mungkin Memang Tak Harus

Di sela riuhnya sore dan lelah yang belum pulih sepulang kerja, saya mendapati linimasa ramai memperdebatkan satu hal: “Festival jazz kok gak ada jazz-nya?” Pemicunya: kritik dari musisi jazz legendaris, Mas Indra Lesmana, terhadap Prambanan Jazz. Baginya, festival yang mengusung label “jazz” kini justru jarang memberi ruang bagi musisi jazz itu sendiri. Kritik ini bukan […]

Fatwa Melawan Decibel

Bass menggelegar, dentuman tiada jeda, dan volume yang memecah gendang telinga. Di sejumlah desa, sound system berdaya tinggi atau “sound horeg” telah menjelma semacam panggung gengsi sosial dalam hajatan. Namun di tempat lain, ia menjadi sumber gugatan sunyi: bayi terbangun, lansia terganggu, ibadah tak khusyuk, bangunan rusak karena getaran suara, dan malam kehilangan makna sebagai […]

29 Tahun Evil Empire: Musik Perlawanan dan Kesadaran Mahasiswa di Era Orde Baru

Pada 16 April 1996, Evil Empire, album kedua Rage Against the Machine (RATM), dirilis secara global. Bagi sebagian orang, album ini mungkin hanya dianggap sebagai sekumpulan lagu rap-metal agresif. Namun bagi saya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro pada semester lima kala itu, Evil Empire adalah pintu masuk menuju kesadaran politik. Ia menjadi pemantik intelektual yang […]

80 Tahun Eric ‘Slowhand’ Clapton dan Perjalanan Bluesnya

Jimi Hendrix pernah mengatakan, “Blues is easy to play, but hard to feel.” Jika ada musisi yang tidak sekadar memainkan tetapi menginternalisasi esensi blues dengan kedalaman emosional yang otentik, maka Eric Clapton adalah figur utama dalam diskursus ini. Menapaki usia 80 tahun, Slowhand -julukan si Eric Clapton- terus menelusuri jejak panjang tradisi musik yang telah […]

Kasus Sukatani dan Reproduksi Kuasa

Dari Purbalingga, sebuah kota kecil di Jawa Tengah, band punk lokal Sukatani mendadak menjadi perbincangan karena lagu mereka “Bayar, Bayar, Bayar” dipaksa takedown di seluruh platform social media dan mereka diminta meminta maaf secara terbuka kepada institusi Kepolisian. Genre musiknya memang tidak populer, post-punk dengan sentuhan new-wave, sebelum jadi viral saya tidak pernah mengenalnya. Karena […]