
34 Tahun Achtung Baby: Blueprint Bertahan di Era Disrupsi
34 tahun bukan hanya angka di kalender—ia seperti cermin yang memaksa kita menatap ulang siapa diri kita. Minggu lalu, tepatnya 18 November 2025- Achtung Baby

34 tahun bukan hanya angka di kalender—ia seperti cermin yang memaksa kita menatap ulang siapa diri kita. Minggu lalu, tepatnya 18 November 2025- Achtung Baby

Beberapa hari setelah RUU KUHAP disahkan, yang tersisa bukan perasaan lega bahwa negara akhirnya memperbarui hukum acara pidananya, tetapi kegelisahan. Publik justru mendengar kritik keras

Saya mengenal progressive rock justru bukan dari lagu-lagu rumit yang sering disebut “nggak semua orang bisa nikmatin”, tapi dari satu komposisi Yes yang agak nge-pop:

Beberapa waktu terakhir, linimasa media sosial penuh dengan gelombang kritik -bahkan penghinaan- terhadap dunia pesantren. Sebagian netizen SJW -yang tampil seolah progresif- menuding tradisi pesantren

Republik ini berdiri di atas nilai, bukan semata di atas kertas perjanjian politik belaka. Di antara nilai-nilai itu, pesantren menempati tempat istimewa: lembaga yang melahirkan

“Selalu ada hati nurani yang menuntut kita melihat manusia di balik berita besar.” Kalimat itu terasa sederhana, namun menjadi inti mengapa The Year of Living