Membaca Pesantren di Bawah Bayang Orientalisme 2.0

Beberapa waktu terakhir, linimasa media sosial penuh dengan gelombang kritik -bahkan penghinaan- terhadap dunia pesantren. Sebagian netizen SJW -yang tampil seolah progresif- menuding tradisi pesantren sebagai praktik feodalisme yang menindas. Ro’an disebut perbudakan, ta’dhim dianggap bentuk kepatuhan buta, ta’zir dianggap melanggar HAM, bahkan penghormatan terhadap kiai disamakan dengan relasi tuan dan hamba. Kritik ini diamplifikasi […]